Pengertian Autis Menurut Para Ahli

Gangguan autisme sudah menjadi perhatian banyak masyarakat. Banyak sekali pengertian orang yang kini mulai peka dan mulai mengkampanyekan keadaan penderita autisme untuk mendapatkan hak yang serupa. Kampanye yang diberikan beragam cara, mulai dari memamerkan hasil seni hingga berolahraga. Autisme diambil dari kata auto artinya sendiri. Hal ini menandakan bahwa penderita autisme seolah memiliki dunia mereka sendiri. Namun bagaimana sudut pandang pengertian autis menurut para ahli?

Autisme menurut Leo Kanner (1943)

Leo Kanner, sebagai ahli psikologi, merupakan orang yang pertama menggunakan istilah autisme dan autis. Beliau menjelaskan autisme merupakan ketidakmampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Orang tersebut memiliki kesulitan dalam berbahasa. Hal ini dijelaskan dengan penguasaan bahasa yang tertunda, mutism, kalimat yang dirubah susunannya. Ada lagi seseorang tersebut memiliki aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara berulang serta memiliki ingatan yang kuat dan obsesif untuk mempertahankan sesuatu yang ada di lingkungannya.

Autisme menurut Supratiknya (1995)

Austime merupakan gangguan yang dimiliki seseorang dengan ciri-ciri senang menyendiri dan bersikap dingin. Hal ini dijelaskan dengan penderita yang tidak memberi respon terhadap suatu hal. Penderita tidak menaruh perhatian untuk lingkungan sekitar. Penderita autisme sering melakukan gerakan aneh yang tidak memiliki arti. Ciri yang terakhir adalah sulitnya penderita untuk menangkap suatu percakapan, baik dari pendengaran dan pengucapan.

Autisme menurut Kartono (2000)

Autisme meruapakan gangguan yang menyebabkan penderita menutup diri dan enggan berhubungan dengan dunia luar karena memiliki pikiran dan fantasi sendiri yang ekstrim.

Autisme menurut Yuniar (2002)

Autisme merupakan gangguan yang diderita seseorang sehingga penderita memiliki perkembangan yang komplek dan memengaruhi perilaku penderita tersebut. Penderita autisme memiliki kekurangan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Emosional penderita cukup berubah secara drastis. Hal menyebabkan penderita sulit untuk memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang cukup di masyarakat. Gejala dan upaya penyembuhan dapat diketahui dengan melihat ciri-ciri perilaku anak dan akan berlanjut hingga dewasa apabila tidak ada penangan lebih lanjut.

Kesimpulannya, autisme merupakan gangguan seseorang yang ditunjukkan dengan keterbatasan dalam interaksi dan komunikasi di lingkungan. Autisme juga ditunjukkan dengan aktivitas repetitif yang tidak ada arti khusus. Upaya penyembuhan harus dilakukan sedini mungkin supaya tidak berlanjut hingga dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *